|
PENYALAHGUNAAN
MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT PROPAGANDA
|
oleh. Rety Palupi
Abstrak
Perubahan informasi dalam komunikasi terus
terjadi seiring dengan kemajuan teknologi di era digital. Dimana setiap orang
mampu mengerjakan profesi jurnalisme sekalipun ia tidak pernah belajar dasar
jurnalistik tersebut. Publik juga sering kali mendapatkan informasi atau berita
yang mengundang heran dan bernilai fantastis. Mulai dari ancaman bencana hingga
informasi seputar dunia politik. Hanya saja kini sudah sering kali ditemukan
informasi yang tersebar di tangan warganet merupakan informasi bohong (hoax)
bahkan ujaran kebencian (hate speech). Walaupun pada kenyataanya pihakpihak
pemerintah sudah berupaya keras mengurangi penyebaran berita hoax dan hate
speech. Maka disinilah penulis menyusun tulisan ini guna menginformasikan unsur
propaganda pada berita-berita hoax atau hate speech. Dalam hal ini penulis
menggunakan media sosial dikarenakan di era digital sekarang media sosial lah
yang paling rawan dalam penyebaran berita hoax dan hate
speech. Dengan metode Analisis isi kualitatif ini penulis membahas 5 berita hoax
dan hate speech yang dibedah menggunakan sembilan praktik propaganda.
Kesimpulan yang didapatkan penulis adalah bahwa berita hoax ataupun hate speech lebih utama mengandung unsur
melebih-lebihkan, retorika, pengakuan dan mempengaruhi pihak tertentu, serta
kecurigaan yang disertai emosi.
Kata Kunci: media sosial, hoax, hate speech,
propaganda
Link Jurnal




0 comments:
Post a Comment