Wednesday, February 21, 2018

PENYALAHGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT PROPAGANDA

oleh. Rety Palupi

Abstrak

Perubahan informasi dalam komunikasi terus terjadi seiring dengan kemajuan teknologi di era digital. Dimana setiap orang mampu mengerjakan profesi jurnalisme sekalipun ia tidak pernah belajar dasar jurnalistik tersebut. Publik juga sering kali mendapatkan informasi atau berita yang mengundang heran dan bernilai fantastis. Mulai dari ancaman bencana hingga informasi seputar dunia politik. Hanya saja kini sudah sering kali ditemukan informasi yang tersebar di tangan warganet merupakan informasi bohong (hoax) bahkan ujaran kebencian (hate speech). Walaupun pada kenyataanya pihakpihak pemerintah sudah berupaya keras mengurangi penyebaran berita hoax dan hate speech. Maka disinilah penulis menyusun tulisan ini guna menginformasikan unsur propaganda pada berita-berita hoax atau hate speech. Dalam hal ini penulis menggunakan media sosial dikarenakan di era digital sekarang media sosial lah yang paling rawan dalam penyebaran berita hoax dan hate speech. Dengan metode Analisis isi kualitatif ini penulis membahas 5 berita hoax dan hate speech yang dibedah menggunakan sembilan praktik propaganda. Kesimpulan yang didapatkan penulis adalah bahwa berita hoax ataupun hate speech lebih utama mengandung unsur melebih-lebihkan, retorika, pengakuan dan mempengaruhi pihak tertentu, serta kecurigaan yang disertai emosi.


Kata Kunci: media sosial, hoax, hate speech, propaganda
Link Jurnal

0 comments:

Post a Comment

cursor

Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein

tukang tukar ilmu | tukang ngegambar & rubah gambar

Clock

Calendar

Sample Text

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget